17 Agustus 2010 - 19:30
Kode berita: 191537
Menurut Kantor Berita Ahlul Bait, ABNA, Perdana Menteri Irak, Nuri Maliki mengadakan pertemuan darurat setelah ditemukannya bom dan bahan peledak dalam jumlah sangat besar yang sedianya direncanakan dibawa dari Saudi Arabia dan kemudian dimasukkan ke wilayah Irak untuk melakukan rangkaian serangan teroris.